Sabtu, 18 Juni 2011

Tugas kuliah ku

1.PENDAHULUAN

Kedudukan seorang guru sebagai pendidik profesional dalam sistem pendidikan adalah penting. Sebab, pendidiklah yang merancang dan melaksanakan proses pembelajaran sebagai salah satu komponen penting pendidikan. Guru berfungsi sebagai agen pembelajaran dalam rangka meningkatkan martabat dan mutu pendidikan nasional. Guru memiliki tugas profesional, tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan.
Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan, bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi Sosial Guru merupakan kemampuan guru untuk memahami dirinya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan mampu mengembangkan tugas sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Lebih dalam lagi, kemampuan sosial ini mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Kompetensi sosial memiliki beberapa fungsi yang harus dikembangkan oleh guru, antara lain sebagai:
a. Motivator dan Inovator dalam Pembangunan Pendidikan
b. Perintis dan Pelopor Pendidikan
c. Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pengetahuan
d. Pengabdiaan kepada masyarakat
Prof. Fuad A. Rahman (2008) mengungkapkan beberapa aspek penting berkenaan dengan kompetensi sosial pendidik dalam menjalankan perannya dalam masyarakat, yaitu:
1. Memahami berbagai faktor yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran.
2. Mengerti berbagai faktor sosial-kultural dan ekonomi yang berpengaruh terhadap proses pendidikan peserta didik.
3. Memahami pentingnya hubungan antara sekolah dengan orang tua dan tokoh masyarakat yang berpengaruh terhadap proses pendidikan anak disekolah secara langsung atau tidak langsung
4. Mengerti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dan dijunjung tinggi oleh masyarakat yang merupakan pegangan hidup, yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan watak dan kepribadian peserta didik.
5. Memahami pendekatan-pendekatan yang diterapkan disekolah untuk menarik masyarakat untuk berperan serta dalam pendidikan putra-putri mereka di sekolah sesuai dengan kapasitas dan fungsi mereka.
6. Menguasai dan memahami perubahan-perubahan akibat dampak globalisasi yang mempengaruhi keseluruhan aspek kehidupan termasuk proses pembelajaran dan bagaimana mengendalikan perubahan tersebut agar tidak terjadi pengaruh negative terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
Dalam menjalankan tugasnya seorang guru yang memiliki kompetensi sosial dituntut untuk memiliki rasa peka terhadap masyarakat,terutama dibidang pendidikan.Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pendidikan yang berbasis masyarakat yang menyangkut kompetensi sosial seorang guru.
Adapun yang menjadi permasalahan dalam makalah ini adalaha sebagai berikut:
1.Bagaimana Konsep pendidikan berbasis masyarakat?
2.Apa tujuan pendidikan masyarakat?
3.Apa peran pendidik dalam pendidikan masyarakat?









11.PEMBAHASAN

A. Konsep Pendidikan Berbasis Masyarakat
Pendidikan berbasis masyarakat adalah pembelajaran yang diselenggarakan dan dikelola dengan menggunakan berbagai potensi dan fasilitas yang ada pada lingkungan masyarakat yang terdiri atas sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya budaya, dan sumberdaya teknologi. Dengan dilandasi oleh teori pembelajaran Humanistik, Progresivisme, dan konsruktivisme, serta konsep pendidikan berbasis masyarakat yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat pada setiap kegiatan belajar,pendidikan berbasis masyarakat harus didasarkan pada hal-hal berikut ini :
1. Kebermaknaan dan kebermanfaatan bagi peserta didik
2. Pemanfaatan lingkungan dalam pembelajaran
3. Materi pembelajaran terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik
4. Masalah yang diangkat dalam pembelajaran ada kesesuaian dengan kebutuhan peserta didik
5. Menekankan pada pembelajaran partisipatif yang berpusat pada peserta didik
6. Menumbuhkan kerjasama diantara peserta didik
7. Menumbuhkan kemandirian.
8.
Pendidikanan berbasis masyarakat berupaya mengoptimalkan seluruh potensi dan kemampuan masyarakat untuk dapat mengaktualisasikan dirinya semaksimal mungkin. Prinsip pembelajaran berwawasan kemasyarakatan didasarkan pada pemahaman bahwa masyarakat mempunyai hak untuk menentukan nasipnya sendiri, hak untuk diterima sebagai warga masyarakat, serta hak untuk mewujudkan kemampuannya. Disamping hak, masyarakat juga mempunyai kewajiban untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.
B.Tujuan Pendidikan Berbasis Masyarakat
Tujuan dari pendidikan berbasis kemasyarakatan adalah untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas ,terampil,mandiri dan memiliki daya saing dengan melakukan program belajar yang sesuai dengan kebutuhan masyrakat.Pendidikan berbasis masyarakat juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya lokal dan meningkatkan rasa kepemilikan dan dukungan masyarakat terhadap sekolah serta mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan dan membantu mengatasi angka putus sekolah dalam masyarakat.oleh karena itu setiap pendidik yang berkecimpung dalam pendidikan dituntut untuk mempunyai kredibilitas dalam menjaga hubungan dengan masyarakat dan bisa bertanggung jawab atas tugas yang diembannya sebagai pendidik.

C. Peran Guru dalam Pendidikan Berbasis Masyarakat
Sebagai pendidik professional bagian dari masyarakat,guru memiliki tugas kemasyarakatan. Dalam hal ini, guru dapat mengajar dan mendidik warga sekolah juga warga di sekitar tempat tinggalnya untuk menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila, berakhlak mulia dan menanamkan nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat dengan keanekaragaman karakteristik sosial budaya. Hal ini sesuai dengan salah satu pilar pendidikan yang dicanangkan oleh Unesco, yaitu “learning to live together”, hidup bersama dalam keanekaragaman.Untuk itu guru dituntut memiliki kompetensi sosial agar dapat menjalankan tugas kemasyarakatan yang diembannya.
Guru yang bertugas di pendidikan formal diharapkan memberi kontribusi didalam pendidikan masyarakat lingkungannya. Peran pendidik dalam pendidikan di masyarakat dimulai dari :
1. Memotivasi masyarakat lingkungannya untuk selalu belajar
2. Merekrut warga belajar dalam berbagai program kegiatan belajar
3. Menyelenggarakan kegiatan belajar dalam berbagai program
4. Menjadi narasumber dalam kegiatan belajar masyarakat
5. Menjadi tutor dalam kegiatan belajar yang ada di masyarakat
6. Mengevaluasi program-program kegiatan belajar yang ada di masyarakat untuk ditindak lanjuti.
Dengan demikian peran pendidik dalam pendidikan yang dilaksanakan dalam masyarakat meliputi seluruh aktivitas program pedidikan yang ada di masyarakat melalui satuan pendidikan yang tersedia.Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat,guru harus dapat selalu menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat,permintaan dan keinginan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
111.PENUTUP

A.Kesimpulan
1.Pendidikan berbasis masyarakat perlu dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan
2.Pendidikan berbasis kemasyarakatan,menempatkan masyarakat sebagai basis utama dalam pembelajaran.
3.Sebagai tenaga profesional peranan guru sangat dibutuhkan dalam pengembangan pendidikan berbasi kemasyarakatan.

B.Saran
1.Pendekatan sosial budaya dalam pengembangan pendidikan berbasis masyarakat.
2.Memberikan keleluasaan bagi masyarakat dalam belajar
3 Guru harus mempunyai kepekaan terhadap keadaan sosila dilingkungan sekitar
4.Guru harus mempunyai ketrampilan lebih dibanding dengan masyarakat.
















PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT



Disusun Oleh:
NAMA : Agus Hariyanto
NIM : 06091005042
PRODI : PKN
[Sebagai tugas mata kuliah profesi kependidikan]


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011


Daftar pustaka

Asmani ,Jamal ma’mur.2009. 7 kompetensi guru menyenangkan dan profesional.Jogjakarta:Power books.
Soetjipto,dkk.1994. Profesi kependidikan.Jakarta:Rineka
Cipta
Uno,Hamzah.2007. Profesi kependidikan.Jakarta:Bumi Aksara.
Kompas,Senin,2 mei 2011

1 komentar: